Apa Itu Rukun Yamani? Sudut Ka’bah Yang Penuh Keberkahan

apa itu rukun yamani

Apa Itu Rukun Yamani – Ka’bah adalah kiblat bagi seluruh umat Muslim di dunia, dan menjadi pusat ibadah dalam pelaksanaan haji dan umroh. Ka’bah memiliki beberapa sudut atau disebut juga dengan rukun. Di antaranya yaitu Rukun Hajar Aswad, Rukun Iraqi, Rukun Syami atau Rukun Maghribi, dan Rukun Yamani.

Banyak jamaah yang mungkin lebih mengenal pada Rukun Hajar Aswad karena keistimewaan yang dimiliki. Padahal, terdapat Rukun Yamani yang juga memiliki keutamaan dan keistimewaan. Dalam artikel berikut akan dibahas secara lengkap tentang apa itu Rukun Yamani, keutamaan dan penjelasan lainnya.

Apa Itu Rukun Yamani?

Rukun Yamani adalah salah satu sudut Ka’bah yang sejajar dengan Hajar Aswad, tepatnya di sudut barat daya. Disebut demikian karena jika ditarik garis lurus ke selatan, sudut ini sejajar dengan arah Yaman. Lokasi Rukun Yamani ini merupakan bagian dari pondasi asli Ka’bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim bersama anaknya, Nabi Ismail.

Rukun Yamani terletak pada sudut yang dicirikan dengan adanya kiswah terbuka. Lokasi Rukun Yamani ini lebih mudah dijangkau dibanding Hajar Aswad, sehingga jamaah yang tawaf dekat Ka’bah biasanya bisa menyentuhnya dengan mudah.

Baca Juga: Apa Itu Maqam Ibrahim? Banyak yang Salah Paham, Ini Faktanya!

Keutamaan Rukun Yamani

Rukun Yamani memiliki keistimewaan tersendiri sebagimana Hajar Aswad. Berikut beberapa keutamaan dari Rukun Yamani:

1. Sudut Ka’bah yang Diusap oleh Rasulullah ketika Thawaf

Rukun Yamani merupakan salah satu sudut Ka’bah yang secara khusus dianjurkan untuk diusap ketika thawaf. Berdasarkan penjelasan Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah SAW hanya mengusap dua sudut Ka’bah, yaitu Hajar Aswad dan Rukun Yamani.

“Saya tidak pernah melihat Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap bagian dari Ka’bah kecuali dua rukun yamani (yaitu Hajar Aswad dan Rukun Yamani)” (HR. Bukhari No. 1609)

Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua bagian Ka’bah disyariatkan untuk disentuh, dan Rukun Yamani memiliki keutamaan tersendiri dibanding sudut lainnya.

2. Tempat Mustajab Berdoa

Menurut Ibnu Abbas, di sudut Ka’bah tersebut terdapat seorang malaikat yang selalu mengucapkan “amin” ketika jamaah membaca doa. Oleh karena itu, beliau menyarankan agar saat menyentuh Rukun Yamani, jamaah membaca doa.

Keutamaan Rukun Yamani juga disebutkan oleh Ibnu Mas’ud RA, bahwa Rasulullah SAW setiap kali sampai di Rukun Yamani selalu bertemu dengan Malaikat Jibril. Hal ini menunjukkan kedudukan Rukun Yamani yang istimewa dan terkait dengan keberkahan doa.

3. Mengusapnya Dapat Menghapus Dosa

Salah satu keutamaan Rukun Yamani adalah berkaitan dengan penghapusan dosa. Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa mengusap Hajar Aswad dan Rukun Yamani dapat menggugurkan dosa.

“Mengusap Hajar Aswad dan Rukun Yamani dapat menggugurkan banyak dosa-dosa.” (HR. Tirmidzi No. 959, HR. Nasai No. 2919, HR. Thabrani No. 13438)

Keutamaan inilah yang dapat menjadi motivasi bagi banyak jamaah untuk berusaha menyentuh Rukun Yamani setiap kali tawaf, selama kondisi memungkinkan.

Baca Juga: Keutamaan Mencium Hajar Aswad dan Hikmah Dibaliknya

Hukum Mengusap Rukun Yamani

Mengusap Rukun Yamani termasuk sunnah, karena dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Sunnah ini juga diamalkan oleh para sahabat Nabi, seperti Ibnu Abbas, Jabir RA, Abu Hurairah, dan Ubaid bin Umar, yang selalu berusaha menyentuh Rukun Yamani ketika melaksanakan tawaf.

Berbeda dengan Hajar Aswad yang dianjurkan untuk dicium atau diusap, Rukun Yamani cukup diusap dengan tangan saat tawaf. Rasulullah SAW mencontohkan hal tersebut dan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pun mengikutinya sebagaimana dijelaskan dalam hadist berikut.

“Aku tidak pernah meninggalkan meraba kedua sudut ini, yaitu sudut Yamani dan sudut Hajar Aswad, sejak aku melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengusapnya, baik dalam keadaan sempit (kesulitan) maupun dalam keadaan lapang (longgar).” (HR. Muslim)

Meski memiliki keutamaan, jamaah tidak dianjurkan memaksakan diri untuk menyentuh Rukun Yamani. Jika kondisi memungkinkan dan tidak terlalu ramai, jamaah boleh mengusapnya. Namun, apabila area sedang padat, sebaiknya tetap melanjutkan tawaf dengan tenang tanpa berdesak-desakan. Ibadah yang dilakukan dengan tertib dan khusyuk tetap lebih utama.

Baca Juga: Umroh Bersama Keluarga, Ini Keutamaan dan Tips Persiapannya

Doa Ketika Mengusap Rukun Yamani

Saat mengusap Rukun Yamani, jamaah dianjurkan untuk membaca doa memohon kebaikan di dunia dan akhirat serta perlindungan dari azab neraka. Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dan doa tersebut juga disebutkan dalam Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 201). Berikut doanya:

“Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzaban nar”

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.”

Doa ini tidak hanya dianjurkan saat menyentuh Rukun Yamani, tetapi juga dapat dibaca ketika tawaf berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.

Baca Juga: Umroh Januari Musim Apa? Calon Jamaah Wajib Tahu!

Kesalahan Ketika Mengusap Rukun Yamani

Mengusap Rukun Yamani termasuk amalan sunnah, namun terdapat beberapa kesalahan yang sering dilakukan jamaah saat ingin melaksanakan sunnah ini. Dilansir dari laman Muslim.or.id berikut beberapa kesalahan yang harus dihindari oleh para jamaah:

1. Mencium atau Menempelkan Pipi ke Rukun Yamani

Beberapa jamaah terkadang mencium atau menempelkan pipi ke Rukun Yamani, mengikuti kebiasaan ketika mencium Hajar Aswad. Namun, yang shahih dan didukung dalil dari Nabi SAW adalah mengusap Rukun Yamani dengan tangan, bukan dengan mulut.

Sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu menegaskan bahwa beliau selalu mengusap Rukun Yamani dan Hajar Aswad, baik dalam kondisi padat maupun lapang, tanpa menambahkan ciuman. Para ulama seperti Ibnul Hajj dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menegaskan bahwa mencium Rukun Yamani tidak valid dan termasuk perbuatan bid’ah karena tidak ada dalil shahih dari Rasulullah SAW.

2. Mencium Tangan Selepas Mengusap Rukun Yamani

Beberapa orang juga melakukan kebiasaan mencium tangan setelah mengusap Rukun Yamani. Namun, tidak ada dalil yang shahih dari Nabi SAW mengenai hal ini.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa pendapat yang shahih adalah mengusap Rukun Yamani saja, tanpa mencium tangan, karena pahala hanya diberikan untuk amal yang diwajibkan atau disunnahkan, bukan untuk hal yang tidak ada dalilnya.

3. Bertakbir Saat saat Mengusap Rukun Yamani

Beberapa jamaah juga terkadang melafalkan dzikir atau takbir tertentu saat mengusap Rukun Yamani. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menegaskan bahwa tindakan ini tidak memiliki dasar dari sunnah. Oleh karena itu, berlebihan dalam bertakbir atau berdzikir saat mengusap Rukun Yamani termasuk bid’ah, dan sebaiknya jamaah mengikuti sunnah Nabi SAW yang hanya mengusap sudut tersebut dengan tangan.

Selain beberapa kesalahan di atas, terdapat beberapa hal lain yang perlu dihindari ketika jamaah ingin mengusap Rukun Yamani. Di antaranya yaitu, berdesak-desakan demi menyentuh Rukun Yamani, mendorong jamaah lain, terutama ketika area tawaf sedang padat dan terlalu fokus mengejar sunnah hingga mengabaikan adab dan ketertiban ibadah.

Baca Juga: 6 Persiapan Umroh Pertama Kali, Biar Ibadah Lancar & Berkesan

Kesimpulan

Rukun Yamani merupakan salah satu sudut Ka’bah yang sejajar dengan Hajar Aswad dan termasuk bagian dari pondasi asli yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘alaihimassalam. Sudut ini memiliki keutamaan yang istimewa, yaitu disunnahkan untuk diusap saat tawaf, menjadi tempat mustajab berdoa, dan mengusapnya dapat menggugurkan dosa.

Hukum mengusap Rukun Yamani termasuk sunnah, karena dicontohkan oleh Rasulullah SAW serta diamalkan oleh para sahabat. Saat mengusap, jamaah dapat mengamalkan doa yang dianjurkan Ibnu Abbas yang mengandung makna permohon kebaikan di dunia dan akhirat serta perlindungan dari azab neraka.

Jamaah juga perlu menghindari kesalahan umum, seperti mencium Rukun Yamani, mencium tangan setelah mengusap, atau bertakbir setelah mengusap. Selain itu, jamaah dianjurkan untuk tidak berdesak-desakan, memaksakan diri dan tetap menjaga ketertiban serta khusyuk saat tawaf.

Baca Juga: Penting Dibawa!!! 15 Daftar Perlengkapan Umroh di Musim Dingin

Wujudkan Ibadah Umroh Bermakna bersama Saudaraku

Bagi Anda yang ingin meraih keutamaan mengusap Rukun Yamani, umroh maupun haji bersama Saudaraku dapat menjadi pilihan yang tepat. Saudaraku merupakan travel umroh terpercaya di Malang yang telah berpengalaman mendampingi keberangkatan puluhan ribu jamaah sejak 2002. Tidak hanya terbatas dari Malang Raya, tetapi juga Surabaya, Sidoarjo, dan berbagai wilayah di Jawa Timur lainnya.

Bersama Saudaraku, ibadah Anda akan berjalan aman, nyaman dan insya allah mabrur. Kami telah memiliki legalitas resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh yaitu Nomor U. 42 Tahun 2022. Sedangkan sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus yaitu Nomor 13 Tahun 2022.

Konsultasikan rencana perjalanan ibadah umroh dan haji Anda bersama Saudaraku serta dapatkan promo spesial sekarang juga.

Banner Konsultasi Umroh & Haji

Bagikan:

Artikel Terbaru

Klaim Promo Terbaru