Saudi Larang Rekaman Salat – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan peraturan khusus terkait pengelolaan masjid di seluruh wilayah Kerajaan. Aturan ini disiapkan untuk mengantisipasi adanya peningkatan aktivitas ibadah di bulan Ramadhan, sekaligus memastikan pelaksanaan ibadah berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhusyukan.
Peraturan tersebut disampaikan melalui surat edaran Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan sebagai bagian dari agenda persiapan tahunan.
Daftar Isi
ToggleAktivitas Ibadah Meningkat Selama Ramadhan
Ramadhan dikenal sebagai bulan dengan intensitas ibadah tertinggi sepanjang tahun. Masjid-masjid tidak hanya dipadati oleh masyarakat setempat, tetapi juga oleh pendatang serta jamaah dari berbagai negara yang hadir untuk memperbanyak ibadah.
Peningkatan jumlah jamaah ini semakin terasa seiring tingginya minat umat Islam untuk melaksanakan umroh di bulan Ramadhan. Keutamaan pahala yang dijanjikan dari umroh saat Ramadhan menjadi salah satu alasan utama mengapa banyak jamaah memilih berangkat pada bulan suci ini. Tidak mengherankan jika umroh di bulan Ramadhan menjadi pilihan favorit dibandingkan waktu-waktu lainnya.
Baca Juga: Selalu Penuh Jamaah, Ini 8 Keutamaan Umroh di Bulan Ramadhan
Peningkatan Kedisiplinan Tugas Imam dan Muadzin
Dalam kebijakan terbaru ini, Arab Saudi menekankan pentingnya kedisiplinan imam dan muazin. Keduanya diharapkan menjalankan tugas secara konsisten dan tidak boleh meninggalkan tanggung jawab kecuali dalam kondisi darurat yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pelaksanaan azan diwajibkan mengikuti kalender resmi Ummul Qura, sementara jarak antara azan dan iqamah diatur secara seimbang. Utamanya dalam pelaksanaan salat Shubuh dan Isya. Pengaturan ini bertujuan agar memudahkan oara jemaah dalam melaksanakan salat.
Pelaksanaan Tarawih dan Tahajud
Dalam pelaksanaan salat Tarawih dan Tahajud, para imam diimbau menyesuaikan bacaan dengan kondisi jamaah. Bacaan yang terlalu panjang dinilai dapat memberatkan sebaiknya dihindari. Terutama bagi jamaah lanjut usia maupun jamaah umroh yang menjalani rangkaian ibadah dengan jadwal yang cukup padat.
Selain itu, pelaksanaan doa qunut diarahkan agar tetap berpedoman pada tuntunan Rasulullah. Imam dianjurkan mengutamakan doa-doa yang bersumber dari sunnah serta menghindari doa yang berlebihan atau dibuat-buat.
Larang Rekaman Salat
Pemerintah Arab Saudi melarang penggunaan alat perekam selama pelaksanaan salat. Kegiatan pengambilan foto, perekaman video, maupun siaran langsung ibadah melalui media apa pun tidak diperbolehkan. Kebijakan ini bertujuan agar jamaah dapat lebih fokus dalam beribadah, termasuk jamaah umroh Ramadan, tanpa terganggu oleh aktivitas dokumentasi maupun distraksi teknologi yang berpotensi mengurangi kekhusyukan salat.
Baca Juga: 11 Tips Umroh Saat Ramadhan Agar Kuat dan Ibadah Lancar
Pengaturan I‘tikaf dan Keamanan
Untuk pelaksanaan i‘tikaf, pengurus masjid diwajibkan melakukan pendataan terhadap seluruh jemaah. Bagi jamaah yang berasal dari luar Arab Saudi, termasuk jamaah umroh Ramadhan, diperlukan persetujuan dari penjamin sebagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas dan keamanan lingkungan masjid.
Selain itu, pemerintah Arab Saudi menyiapkan sistem pengawasan yang lebih intensif selama bulan Ramadhan. Termasuk kewajiban penyampaian laporan rutin dari petugas terkait untuk memastikan seluruh ketentuan dijalankan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Berbuka Puasa dan Kebersihan Masjid
Kegiatan buka puasa bersama di masjid tetap diperbolehkan, namun hanya boleh dilaksanakan di area yang telah ditentukan dan diawasi secara ketat oleh imam serta muazin. Penyelenggaraan kegiatan ini menekankan pentingnya kebersihan dan ketertiban, sehingga jamaah dapat menikmati ibadah dan berbuka puasa dengan nyaman.
Selain itu, perhatian khusus diberikan pada pemeliharaan fasilitas masjid, peningkatan layanan kebersihan, serta kenyamanan area ibadah perempuan selama bulan Ramadan, agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk.
Penutup
Dengan diterapkannya aturan khusus ini, jamaah yang berencana menjalankan umroh Ramadan diimbau untuk memahami ketentuan yang berlaku serta mempersiapkan diri secara menyeluruh. Kondisi masjid yang lebih padat menuntut kesiapan fisik, mental, dan pemahaman tata tertib ibadah.
Kebijakan ini diterapkan secara nasional di puluhan ribu masjid dan mushala di Arab Saudi. Pemerintah berharap penerapan aturan yang seragam dapat menciptakan suasana Ramadan yang lebih tertib, aman, dan penuh kekhusyukan bagi seluruh jamaah dari berbagai penjuru dunia.
Raih Keutamaan Umroh Ramadhan Bersama Saudaraku
Bagi Anda yang ingin melaksanakan umroh di bulan Ramadhan, memilih travel umroh yang amanah menjadi langkah penting agar ibadah dapat berjalan lebih lancar. Saudaraku merupakan salah satu travel umroh terbaik di Malang yang bisa Anda pertimbangkan. Berdiri sejak tahun 2002, Saudaraku telah berpengalaman memberangkatkan puluhan ribu jamaah umroh dari berbagai daerah, khususnya Malang Raya dan sekitarnya.
Selain pengalaman, Saudaraku juga telah mendapatkan izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) dengan Nomor U. 42 Tahun 2022. Legalitas resmi ini menjadi bukti komitmen Saudaraku dalam memberikan layanan umroh yang aman, tertib, dan sesuai ketentuan, sehingga jamaah dapat menjalankan ibadah umroh Ramadhan dengan lebih nyaman dan penuh ketenangan.
Saudaraku menyediakan paket umroh di bulan Ramadhan mulai dari 30 Jutaan saja. Terdapat berbagai pilihan program hari juga, mulai dari 9 hari, 12 hari hingga 29 hari. Segera konsultasikan rencana perjalanan ibadah umroh Anda bersama Kami sekarang juga dan dapatkan promo spesialnya.
