Rukun Haji – Ibadah haji merupakan rukun Islam ke-lima yang diwajibkan atas umat Muslim yang mampu, baik secara fisik maupun finansial. Setiap tahunnya, jutaan umat Islam dari seluruh dunia berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah yang penuh keutamaan ini.
Bagi Anda yang juga berencana menunaikan ibadah haji, penting untuk terlebih dahulu memahami tata cara pelaksanaannya dengan benar. Salah satu hal paling mendasar adalah memahami rukun haji, karena inilah amalan utama yang menentukan sah atau tidaknya ibadah haji seseorang.
Lalu, apa yang dimaksud dengan rukun haji itu? Dan amalan apa saja yang termasuk rukun haji? Simak jawaban dan penjelasan lengkapnya pada dalam artikel berikut ini.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Rukun Haji?
Rukun haji merupakan amalan yang wajib dilaksanakan dalam rangkaian ibadah haji dan tidak dapat diganti dengan dam (denda) jika ditinggalkan. Apabila terdapat salah satu amalan dari rukun ini yang tidak dilakukan, haji seseorang menjadi tidak sah.
Baca Juga: 7 Perbedaan Haji dan Umroh, Penting Anda Ketahui!
Apa Saja Rukun Haji itu?
Berikut amalan-amalan yang termasuk dalam rukun haji beserta penjelasannya:
1. Ihram
Merupakan langkah awal dan tanda bahwa seseorang telah memulai ibadah haji secara resmi. Ihram dimulai dari miqat, yaitu batas tempat yang telah ditentukan sesuai asal kedatangan jemaah. Di sinilah jemaah berniat untuk menunaikan haji, baik itu haji tamattu’, ifrad, maupun qiran.
Selain melafalkan niat, jemaah juga harus mengenakan pakaian ihram berupa dua lembar kain putih tanpa jahitan bagi laki-laki. Sedangkan untuk perempuan, pakaian ihram berupa pakaian longgar yang menutup aurat.
Setelah berniat ihram, terdapat larangan-larangan tertentu yang harus dipatuhi. Beberapa di antaranya yaitu tidak boleh memotong kuku, mencukur rambut, memakai wewangian, dan lain-lain. Apabila jemaah melanggar larangan ihram tersebut, maka harus membayar denda (dam).
2. Wukuf di Arafah
Wukuf merupakan inti dari ibadah haji. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu sejak tergelincir matahari (waktu Zuhur) hingga menjelang terbit fajar pada keesokan harinya. Wukuf berarti berdiam diri di Padang Arafah, baik dalam keadaan duduk, berdiri, maupun beristirahat. Selama melaksanakan wukuf, jemaah haji dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, doa, istighfar, shalawat, serta membaca Al-Qur’an.
Rasulullah SAW bersabda: “Al-hajju ‘Arafah” (Haji itu adalah Arafah) (HR. Tirmidzi).
Berdasarkan penjelasan dari laman Nu.or.id, hadis tersebut dapat dimaknai sebagai bentuk penegasan terhadap tingginya kedudukan dan pentingnya wukuf dalam pelaksanaan ibadah haji. Tanpa melaksanakan wukuf di Padang Arafah, maka ibadah haji seseorang tidak sah.
3. Tawaf Ifadah
Setelah wukuf, jemaah melanjutkan rangkaian ibadah haji dengan pergi ke Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf ifadah. Tawaf ini adalah bagian dari rukun haji yang sangat penting, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali.
Tawaf ifadah harus dilakukan dalam keadaan suci dari hadas besar dan kecil serta mengenakan pakaian yang menutup aurat. Bagi jemaah yang tidak mampu berjalan karena kondisi fisik, diperbolehkan menggunakan kursi roda dengan pendamping.
4. Sai antara Shafa dan Marwah
Setelah tawaf, jemaah melanjutkan dengan sai, yaitu berjalan bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Kegiatan ini meneladani kisah Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, yang berlari kecil antara dua bukit untuk mencari air bagi putranya, Nabi Ismail.
Sai dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Marwah. Setiap lintasan dihitung satu kali. Jadi, dari Shafa ke Marwah satu kali, kembali dari Marwah ke Shafa dua kali, dan begitu seterusnya hingga genap tujuh lintasan.
Sai boleh dilakukan dengan santai, tidak harus cepat. Namun, bagi laki-laki, disunahkan berlari kecil di bagian tengah (area hijau). Sai adalah simbol perjuangan, harapan, dan keikhlasan, yang menjadi pelajaran spiritual penting bagi para jemaah haji.
5. Tahallul
Tahallul adalah proses mencukur atau memotong rambut sebagai tanda telah menyelesaikan rangkaian utama ibadah haji. Ini dilakukan setelah jemaah menyelesaikan lontar jumrah dan tawaf ifadah. Tahallul ini menandakan selesainya rangkaian ibadah haji dan larangan ihram sudah tidak berlaku lagi.
Untuk laki-laki, dianjurkan tahalul dengan mencukur habis rambut kepala hingga gundul (halq). Sementara untuk perempuan, minimal memotong rambut sepanjang seujung jari (taqsir).
6. Tertib
Rukun haji yang terakhir adalah tertib, yang artinya semua rukun di atas harus dilakukan secara berurutan dan tidak boleh ditukar atau dilewati. Contohnya, tidak sah jika seseorang melakukan tawaf ifadah sebelum wukuf, atau sai sebelum tawaf.
Baca Juga: 7 Perbedaan Haji dan Umroh, Penting Anda Ketahui!
Kesimpulan
Memahami rukun haji merupakan hal yang sangat penting bagi setiap calon jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci. Sebab, rukun haji adalah amalan utama yang menentukan sah atau tidaknya ibadah haji seseorang. Jika salah satu rukun ditinggalkan, maka haji menjadi tidak sah dan tidak dapat diganti dengan dam (denda).
Secara umum, terdapat 6 rukun haji, yaitu ihram, wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sa’i antara Shafa dan Marwah, tahallul, serta tertib. Seluruh rangkaian tersebut wajib dilakukan sesuai urutan dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.
Wujudkan Ibadah Haji Lebih Tenang Bersama Saudaraku
Menjalankan ibadah haji tentu membutuhkan persiapan yang matang, termasuk memahami manasik dan tata cara ibadah dengan benar. Karena itu, memilih travel haji terpercaya menjadi langkah penting agar perjalanan terasa lebih nyaman dan terarah.
Saudaraku Umrah dan Haji merupakan salah satu travel haji plus di Malang terbaik yang bisa Anda pilih. Saudaraku telah berpengalaman sejak tahun 2002 dan memiliki izin resmi sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) Nomor 13 Tahun 2022.
Puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah, khususnya masyarakat dari Malang Raya, Surabaya dan sekitarnya sudah mempercayakan ibadahnya bersama Saudaraku. Semoga Allah berikan kemudahan kepada Anda untuk bisa segera penuhi panggilan-Nya.
