Umroh Sepi Bulan Apa – Salah satu harapan terbesar saat beribadah ke Tanah Suci adalah menjalankan umroh dengan nyaman dan khusyuk. Jamaah tentu ingin beribadah tanpa harus berdesakan secara berlebihan di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Kenyamanan ini sangat dipengaruhi oleh waktu pelaksanaan umroh yang dipilih.
Pada waktu tertentu, seperti musim liburan akhir tahun, jumlah jamaah biasanya meningkat cukup signifikan. Akibatnya, suasana ibadah terasa lebih padat dan kurang leluasa. Karena itu, memilih waktu keberangkatan umroh tidak boleh dilakukan secara asal. Waktu atau bulan yang lebih sepi biasanya membuat ibadah terasa lebih tenang dan maksimal.
Lalu, bulan apa saja yang tergolong relatif sepi jemaah yang bisa dipilih? Pada artikel ini, akan dibahas secara lengkap. Simak hingga selesai agar Anda dapat menemukan rekomendasi waktu umroh dengan suasana yang lebih sepi.
Daftar Isi
ToggleKenapa Memilih Waktu Umroh yang Sepi Penting?
Memilih waktu umroh saat kondisi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi lebih sepi memberikan banyak kelebihan, antara lain.
- Ibadah jadi lebih nyaman, karena tidak terlalu berdesakan saat menjalankan rangkaian umroh.
- Lebih mudah dan leluasa untuk beribadah serta berdoa di tempat mustajab, seperti sekitar Ka’bah, Multazam, Maqam Ibrahim, Hijir Ismail, dan Raudhah.
- Lebih ramah dan aman untuk jamaah lansia maupun anak kecil, sehingga cocok untuk Anda yang ingin umroh bareng keluarga.
- Biaya umroh relatif lebih stabil dan terjangkau dibandingkan dengan musim ramai, cocok untuk semua kalangan.
4 Rekomendasi Waktu Umroh Suasana Sepi
Berikut ini penjelasan bulan-bulan terbaik untuk umroh dengan suasana lebih sepi, berdasarkan pengalaman di lapangan dan tren keberangkatan agar Anda bisa merencanakan ibadah dengan lebih matang:
1. Muharram (setelah 10 Muharram)
Awal tahun Hijriah, suasana biasanya masih tenang. Setelah peringatan Tahun Baru Islam dan Asyura (10 Muharram), kunjungan ke Tanah Suci relatif normal. Banyak jamaah memilih berangkat di bulan ini karena masih terjangkau dan antrian untuk beribadah tidak terlalu padat atau panjang.
2. Sya’ban
Sya’ban merupakan bulan menjelang Ramadhan yang juga menjadi pilihan bagi banyak jamaah umroh. Kepadatan biasanya terjadi ketika mendekati akhir bulan. Akan tetapi, suasana di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi relatif lengang pada awal sampai dengan pertengahan bulan Sya’ban,. Ini menjadi kesempatan bagi Anda yang ingin mendapatkan ketenangan ibadah sebelum Ramadhan dengan biaya yang masih stabil, sekaligus menyiapkan hati dan fisik menuju bulan suci.
3. Syawal (setelah Lebaran)
Syawal merupakan bulan setelah Ramadhan, di mana banyak jamaah memanfaatkan momentum ini untuk melanjutkan ibadah dengan umroh. Biasanya, awal Syawal (tepat setelah Idul Fitri) masih cukup ramai, terutama satu hingga dua minggu pertama, karena banyak yang ingin langsung berangkat setelah Ramadhan untuk menjaga semangat ibadah. Namun, memasuki minggu ketiga Syawal, jumlah jamaah mulai berkurang secara signifikan karena mayoritas jamaah sudah kembali ke aktivitas mereka, baik sekolah maupun pekerjaan.
4. Dzulqa’dah Awal
Awal Dzulqa’dah menjadi waktu strategis bagi Anda yang ingin ibadah dengan nyaman sebelum gelombang jamaah haji mulai berdatangan ke Tanah Suci. Suasana di Masjidil Haram relatif lebih tenang, area thawaf tidak terlalu padat, dan antrean Raudhah di Masjid Nabawi masih terkendali. Namun, perlu dicatat bahwa menjelang pertengahan hingga akhir Dzulqa’dah, suasana mulai padat dengan calon jamaah haji dari berbagai negara yang sudah tiba di Makkah dan Madinah.
Baca Juga: Selalu Penuh Jamaah, Ini Keutamaan Umroh di Bulan Ramadhan
Bulan Ramai Umroh (Peak Season)
Dalam pelaksanaan ibadah umroh, terdapat periode tertentu yang dikenal sebagai peak season, yaitu waktu di mana jumlah jamaah meningkat signifikan dibanding bulan-bulan lainnya. Pada masa ini, suasana di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi terasa lebih padat, baik saat thawaf, sa’i, maupun shalat berjamaah. Berikut beberapa bulan dan periode yang umumnya termasuk kategori ramai umroh.
- Bulan Ramadhan
Ramadhan merupakan puncak kepadatan jamaah umroh. Keutamaan umroh di bulan Ramadhan yang setara dengan haji (dalam hal pahala) menjadi daya tarik utama. Selain itu, banyak jamaah ingin merasakan suasana sahur, berbuka, dan ibadah malam di Tanah Suci, sehingga kepadatan sangat terasa, terutama pada 10 hari terakhir Ramadhan. - Bulan Syawal (Terutama Awal Bulan)
Setelah Ramadhan, minat umroh masih cukup tinggi. Awal bulan Syawal, terutama setelah Idul Fitri, sering dipadati jamaah yang memanfaatkan libur lebaran dan cuti bersama. Walau tidak sepadat Ramadhan, suasana umroh di Syawal masih tergolong ramai. - Bulan Dzulqa’dah (Menjelang Musim Haji)
Menjelang musim haji, arus jamaah kembali meningkat. Banyak calon jamaah haji yang berangkat lebih awal atau jamaah umroh yang ingin mengambil waktu sebelum pembatasan haji diberlakukan. Akibatnya, pada pertengahan hingga akhir Dzulqa’dah, kepadatan jamaah mulai terasa. - Musim Liburan Panjang Internasional
Selain berdasarkan bulan Hijriah, peak season umroh juga sering terjadi saat libur sekolah internasional, libur akhir tahun, dan cuti panjang di berbagai negara. Pada periode ini, jamaah dari berbagai belahan dunia datang bersamaan sehingga tingkat keramaian meningkat.
Dengan mengetahui bulan mroh yang ramai ini, akan membantu Anda yang sedang mencari waktu umroh yang sepi. Selain bisa memilih opsi bulan sepi yang sebelumnya dibahas, maka Anda bisa memilih bulan lainnya terkecuali yang tergolong ramai ini.
Faktor Penentu Sepi atau Ramai Selain Bulan
Selain dipengaruhi oleh bulan, terdapat faktor lain yang membuat Tanah Suci terasa lebih ramai, beberapa di antaranya yaitu.
- Musim Liburan dan Cuti Panjang
Jumlah jamaah umroh biasanya meningkat tajam saat bertepatan dengan libur sekolah, cuti bersama nasional, dan libur akhir tahun. Pada periode ini, banyak keluarga memanfaatkan waktu libur untuk berangkat umroh sehingga kondisi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menjadi lebih padat, meskipun bulan tersebut bukan termasuk bulan istimewa dalam Islam. - Kondisi Cuaca di Arab Saudi
Cuaca juga menjadi faktor penting. Pada musim panas ekstrem, sebagian jamaah memilih menunda keberangkatan karena khawatir dengan kondisi fisik. Hal ini membuat beberapa bulan terasa lebih sepi, meskipun secara kalender tidak memiliki keistimewaan tertentu. - Kebijakan dan Pengaturan Pemerintah Arab Saudi
Aturan terkait visa, kuota jamaah, serta pengelolaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dapat memengaruhi jumlah jamaah umroh. Pembatasan atau penyesuaian kebijakan tertentu bisa menyebabkan jumlah jamaah berkurang atau justru meningkat pada waktu tertentu. - Harga Paket
Harga paket umroh yang lebih terjangkau biasanya menarik minat jamaah dalam jumlah besar. Sebaliknya, ketika harga tiket pesawat dan akomodasi cenderung tinggi, minat keberangkatan bisa menurun sehingga suasana umroh terasa lebih sepi.
Baca Juga: Umroh Musim Dingin Jadi Pilihan Banyak Jamaah, Ini Alasannya
Tips Memilih Waktu Umroh Sepi Yang Nyaman
Supaya bisa memilih waktu umroh sepi yang tepat agar perjalanan ibadah menjadi nyaman, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan.
- Riset atau dapatkan informasi lengkap dari berbagai sumber.
- Booking lebih awal agar mendapatkan harga terbaik, bisa sejak 3–6 bulan sebelumnya.
- Pertimbangkan kondisi cuaca bulan sepi yang ingin Anda dipilih.
- Siapkan perlengkapan yang sesuai dengan cuaca atau musim yang Anda pilih.
- Pilih travel terpercaya agar keberangkatan Anda tidak sampai tertunda atau bahkan gagal.
Kesimpulan
Berangkat umroh di waktu sepi seperti bulan Muharram, Sya’ban, Syawal, dan Dzulqa’dah memiliki banyak kelebihan, utamanya Anda akan bisa menjalankan ibadah umroh dengan lebih tenang dan nyaman. Selain itu, Anda juga bisa beribadah tanpa harus bersak-desakan serta biaya umroh yang relatif lebih murah dibandingkan umroh pada peak season.
Hal lain yang perlu perhatikan, meskipun waktu dan tren bulan umroh sepi dapat diprediksi, penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan travel resmi yang berpenglaman dalam mendampingi jamaah agar bisa mendapat jadwal yang lebih pasti dan tidak keliru.
Baca Juga: 6 Persiapan Umroh Pertama Kali, Biar Ibadah Lancar & Berkesan
Tertarik Umroh di Bulan Sepi? Saudaraku Siap Menemani
Saudaraku Umroh dan Haji merupakan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus resmi dengan izin No. 13 Tahun 2022 dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah dengan izin resmi No. U. 42 Tahun 2022. Sejak berdiri mulai dari tahun 2002, Saudaraku telah mendampingi ribuan jamaah dalam mewujudkan ibadah haji dan umroh dengan nyaman dan sesuai sunnah.
Legalitas resmi, layanan sepenuh hati, serta reputasi baik dari para alumni jamaah menjadikan Saudaraku pilihan tepat bagi Anda yang ingin berangkat umroh bersama travel umroh terpercaya dan berpengalaman.
Saudaraku menyediakan berbagai pilihan paket umroh untuk Anda yang ingin ibadah dalam suasana sepi dengan fasilitas terbaik. Hubungi Saudaraku untuk mendapatkan rekomendasi waktu terbaik dan promo paket umroh terbaru.
